0817-4162-789      024–351-0544      [email protected]    

CRITICAL LISTENING

Critical listening adalah praktek mendengarkan untuk tujuan mengevaluasi kualitas dari perangkat audio, dengan secara cermat mendengarkan sambil menganalisa. Berbeda dengan mendengarkan untuk tujuan menikmati music (=listening for pleasure). Tujuan dari critical listening bukan untuk menikmati pengalaman mendengarkan musik, tapi untuk menentukan apakah suatu system atau suatu komponen menghasilkan suara yang bagus atau tidak, dan karakter spesifik apa dari suara tersebut yang menjadikannya bagus atau jelek. Secara kritis  kita mau mencermati apa yang kita dengar sehingga kita bisa membuat penilaian terhadap suara yang dihasilkan. Lalu dari penilaian tersebut, informasi nya kita pakai sebagai bahan pertimbangan ketika memilih komponen atau membangun suatu system audio kita.

Mengevaluasi dengan telinga kita adalah yang terpenting, karena alat ukur yang ada sekarang tidak cukup canggih untuk mengukur karakter dari performa musikal dari suatu perangkat. Mekanisme pendengaran manusia jauh lebih sensitif dan kompleks dibanding dengan alat ukur canggih yang tersedia hingga saat ini. Walaupun data teknis adalah bahan pertimbangan yang valid untuk memilih perangkat, telinga kita tetap menjadi penilai  final untuk  menentukan mana suara yang bagus.

Technical performance yang bagus dapat berkontribusi menghasilkan musical performance yang berkualitas tinggi, tapi technical performance yang disajikan berupa technical data suatu perangkat tidak bisa memberitahu kita apa yang benar-benar  ingin kita ketahui yaitu tentang bagaimana perangkat tersebut menyajikan pesan musikal nya. Untuk mengetahui hal tersebut hanya bisa dengan mendengarkan.

Mengetahui perangkat mana yang bersuara bagus dan mana yang tidak adalah hal mudah, banyak orang bisa dengan mudah membedakannya. Tapi menemukan mengapa suatu produk musikalitasnya lebih memuaskan dibanding produk lainnya, dan kemampuan  untuk mengenali dan  mendeskripsikan  perbedaan pada sound quality, adalah keahlian yang harus dibangun/dilatih. Seperti semua keahlian lainnya, kemampuan critical listening juga bertambah seiring dengan banyaknya berlatih. Semakin banyak pengalaman mendengarkan, semakin menjadi pendengar yang ahli. Seiring dengan bertambahnya kemampuan telinga kita, semakin kita dapat mengidentifikasi perbedaan-perbedaan kecil dari kualitas suara perangkat dan semakin dapat mendeskripsikan bagaimana perbedaannya dan mengapa berbeda, mengapa yang satu lebih baik dari lainnya.

Ketika berlatih membangun skill utk critical listening, kadang ada bahaya mengintai. Bahaya pertama adalah ketika kita tidak lagi bisa membedakan antara critical listening dan listening for pleasure (mendengarkan untuk menikmati musik). Kita lupa pada tujuan awal kita sebagai penikmat musik. Setiap kali mendengarkan kita merasa wajib  memberi kritik pada sound quality, wajib berkomentar mana yang benar dan mana yang salah dengan sound yang kita dengarkan. Inilah jalur yg pasti menuju penyakit yg disebut audiophilia nervosa. Gejala-gejala audiophilia nervosa :

  • -          Terus-menerus ganti perangkat audio
  • -          Menyetel hanya 1 track tertentu dari CD atau LP berulang-ulang
  • -          Mengganti kabel hanya untuk mendengarkan track tertentu dari CD/LP
  • -          Menolak mendengarkan suatu musik yang bagus hanya karena rekamannya kurang bagus

Gejala-gejala di atas menunjukkan kita sudah menyimpang dari tujuan semula. Alih-alih mendengarkan musik, kita justru beralih ke mendengarkan perangkat. Ironi nya, high end audio sebenarnya bertujuan menikmati musik sampai perangkat terasa menghilang dan terlupakan. Fokus kita tidak lagi menikmati musik dan melupakan perangkat, justru sebaliknya kesadaran kita terus fokus pada perangkat.

Ketika sedang menikmati musik, lupakan perangkat. Lupakan tentang critical listening. Pindah ke mode critical listening hanya ketika kita memang sedang dalam proses menilai suatu perangkat. Beri batas yg jelas antara critical listening dan listening for pleasure.

Bahaya kedua dari proses membangun skill untuk critical listening, yaitu standart kita makin lama makin naik sampai ke tahap dimana kita tidak bisa lagi menikmati musik kecuali musik tersebut direprodroduksi secara sempurna.  

Jangan biarkan semangat Anda menjadi seorang audiophile mengganggu kesenangan Anda sebagai penikmat musik kapan saja dan dimana saja.

(Referensi : Robert Harley, “The Complete Guide To High End Audio”, 3rd edition, 2004)

Barang Berkualitas

Branded & Original

Pembayaran Mudah

Terjamin & Terpercaya

Pengiriman Aman

Sampai Depan Rumah

Kepuasan Dijamin

Layanan Profesional

Office & Showroom

Jl. Kalimas Barat A 8 / V
Tanah Mas
Semarang 50177
Jawa Tengah, Indonesia 50125

 Google Maps

Contact Center

 0817 4162 789
  0817 4162 789
  024 – 351 0544
 [email protected]